fgffhghbhhhAkhirnya pr-saya selesai.......dan hari ini saya akan memperkenalkan diri saya. Maap ya baru kenalan, tp nggak apakan. Kan kalau nggak kenal maka tak sayang lho.......
Nama saya Meicel Anandia Rizaldi. Meicel di beri nama karena saya lahir pada bulan Mei, Anandia adalah potongan dari mami saya, dan Rizaldi adalah nama papa saya. Saya lahir di Tanjung Pinang tgl 13 Mei 1998. Makanan favorite hm........apa aja dech yang enak diperut hahaha. Oh iya,pada saat saya lahir,saya terkena penyakit Tokso Plasma yaitu penyakit dari virus/kuman dari kucing. Jadi,pada saat saya berumur baru 10 hari tangan saya di potong sebelah kanan. Dan kata dokter saya,saya belum bisa berjalan pada saat 2 tahun,tp Allah berkata lain karena pd saat saya berumur 2 tahun saya sudah bisa loncat-loncat,lari-lari ke sana ke mari hahaha.... Dan pd saat umur 2 tahun saya sudah dimasukkan ke playgroup sama mami katanya biar saya dapat memupuk rasa pede saya. Dan lama kelamaan sampai kelas 9 ini pede saya sudah tebbbelllllllllllllll banget. Sekarang saya lebih mandiri dan nggak malu lagi tampil di depan umum yg pada banyak ngeliat saya. Mungkin ngeliat bidadari jatuh dari langit ya......hahaha
Hobi saya ngaca di cermin,dengerin musik,dan tidur.
Agama saya Islam,jadi samoga nggak ada yang bilang gua agama Kristen lg y
Kehebatan dari saya...nggak ada yang khusus,semua saya lakukan dengan baik apapun yg saya kerjakan.
Impian saya adalah "SEMOGA SAYA BISA MEMBANGGAKAN ORANG TUA"
.
Rabu, 26 September 2012
5. Faktor2 Belanda harus Kaluar dar Indinesia
<a. Faktor dari Dalam
1). Dari dalam negeri Indonesia, Belanda menyadari bahwa kekuatan militernya tidak cukup kuat untuk memaksa RI tunduk kepadanya.
2). Perang yang berkepanjangan mengakibatkan hancurnya perkebunan dan pabrik-pabrik Belanda. Untuk menghindarkan hal itu Belanda harus mengubah strateginya.
3). Belanda tidak mendapat dukungan politik dari dalam negeri Indonesia. Ketika membujuk Sultan Hamengkubuwono IX untuk menjadi pemimpin sebuah negara di Jawa maka ditolaknya.
4). Para pejuang Republik Indonesia terus melakukan perang gerilya dan serangan umum.
b. Faktor dari Luar
PBB dan Amerika Serikat mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Belanda. Amerika Serikat mengancam akan menghentikan bantuan pembangunan yang menjadi tumpuan perekonomian Belanda. Dengan adanya faktor-faktor di atas maka diselenggarakanlah KMB yang bermuara diakuinya kedaulatan Republik Indonesia Serikat pada tanggal 27 Desember 1949 sehingga memaksa Belanda keluar dari bumi Indonesia.
1). Dari dalam negeri Indonesia, Belanda menyadari bahwa kekuatan militernya tidak cukup kuat untuk memaksa RI tunduk kepadanya.
2). Perang yang berkepanjangan mengakibatkan hancurnya perkebunan dan pabrik-pabrik Belanda. Untuk menghindarkan hal itu Belanda harus mengubah strateginya.
3). Belanda tidak mendapat dukungan politik dari dalam negeri Indonesia. Ketika membujuk Sultan Hamengkubuwono IX untuk menjadi pemimpin sebuah negara di Jawa maka ditolaknya.
4). Para pejuang Republik Indonesia terus melakukan perang gerilya dan serangan umum.
b. Faktor dari Luar
PBB dan Amerika Serikat mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Belanda. Amerika Serikat mengancam akan menghentikan bantuan pembangunan yang menjadi tumpuan perekonomian Belanda. Dengan adanya faktor-faktor di atas maka diselenggarakanlah KMB yang bermuara diakuinya kedaulatan Republik Indonesia Serikat pada tanggal 27 Desember 1949 sehingga memaksa Belanda keluar dari bumi Indonesia.
4.Dampak perundingan Renville bagi Indonesia dan Belanda
*Dampak Perjanjian Renville bagi Indonesia
1. Indonesia terpaksa menyetujui dibentuknya RIS melalui masa peralihan
2. Indonesia kehilangan sebagian daerah kekuasaannya karena garis Van Mook terpaksa harus diambil Belanda
3. Pihak RI harus mengambil pasukannya yang berada di daerah kekuasaan Belanda dan kantong-kantong gerilya masuk ke daerah RI
4. Wilayah RI makin sempit dan dikurung oleh daerah-daerah kekuasaan Belanda
5. Timbulnya reaksi kekerasan dikalangan pemimpin RI yang mengakibatkan jatuhnya Kabinet Amir Syarifuddin karena dianggap menjual negara ke Belanda
6. Perekonomian Indinesia diblokade oleh Belanda
*Dampak bagi Belanda adalah:
1. Berdaulat penuh atas seluruh wilayah Indonesia sampai Republik Indonesia Serikat terbentuk
2. Wilayah yang dikuasai Belanda pada Agresi Militer I menjadi wilayah penduduk Belanda.
1. Indonesia terpaksa menyetujui dibentuknya RIS melalui masa peralihan
2. Indonesia kehilangan sebagian daerah kekuasaannya karena garis Van Mook terpaksa harus diambil Belanda
3. Pihak RI harus mengambil pasukannya yang berada di daerah kekuasaan Belanda dan kantong-kantong gerilya masuk ke daerah RI
4. Wilayah RI makin sempit dan dikurung oleh daerah-daerah kekuasaan Belanda
5. Timbulnya reaksi kekerasan dikalangan pemimpin RI yang mengakibatkan jatuhnya Kabinet Amir Syarifuddin karena dianggap menjual negara ke Belanda
6. Perekonomian Indinesia diblokade oleh Belanda
*Dampak bagi Belanda adalah:
1. Berdaulat penuh atas seluruh wilayah Indonesia sampai Republik Indonesia Serikat terbentuk
2. Wilayah yang dikuasai Belanda pada Agresi Militer I menjadi wilayah penduduk Belanda.
Sabtu, 22 September 2012
3.pERUNDINGAN renVILLE
Perundingan Renville,
Perundingan antara delegasi Indonesia dan delegasi
Belanda di kapal Amerika bernama Renville tanggal 8 Desember 1947.
Renville adalah nama sebuah kapal pengangkut Angkatan Laut Amerika Serikat yang
berlabuh di pelabuhan Tanjung priok Jakarta pada tanggal 2 Desember 1947. Di
atas geladak kapal ini dilakukan perundingan antara Indonesia dan Belanda, yang
kemudian menghasilkan naskah persetujuan yang dikenal sebagai "Persetujuan
Renville".
Perundingan ini bermula dari adanya Resolusi Dewan
Keamanan PBB pada tanggal 25 Agustus 1947 yang bermaksud memberikan jasa-jasa
baik kepada pihak Indonesia dan Belanda yang sedang bersengketa tentang siapa
yang lebih berhak atas wilayah Indonesia. Untuk itu dibentuk sebuah panitia
yang disebut Panitia Jasa-jasa Baik, yang kemudian lebih terkenal dengan nama
Komisi Tiga Negara (KTN). Komisi ini terdiri atas tiga negara, yaitu Australia
yg dipilih Indonesia,Belgia yg dipilih Belanda,dan Amerika Serikat yg dipilih
oleh Belanda dan Indonesia. Orang yg ditunjuk dari Australia ialah Richard C.
Kirby,Belgia menunjuk Paul Van Zeeland sebagai wakilnya,dan Amerika Serikat
menunjuk Dr. Frank B. Graham.
Komisi Tiga Negara tiba di Jakarta pada tanggal 26
Oktober 1947. Setelah mengadakan pembicaraan dengan pemerintah dari pihak yang
bersengketa, disepakati diadakannya perundingan antara Indonesia dan Belanda di
bawah pengawasan KTN. Pelaksanaan perundingan dilakukan di atas geladak kapal Renville
yang sedang berlabuh di Tanjungpriok.
Dalam perundingan Renville ini delegasi Indonesia
diketuai oleh Perdana Menteri Amir Sjarifuddin dengan wakil-wakil Mr. Ali
Sastroamidjojo dan H. Agus Salim, serta anggota yang terdiri atas Dr. Leimena,
Mr. Latuharhary, dan Kolonel T.B. Simatupang. Delegasi Belanda dipimpin oleh
Raden Abdul Kadir Widjojoatmodjo.
Perundingan di atas geladak kapal yang dimulai pada
tanggal 8 Desember 1947 ini menemui jalan buntu. Setelah melalui proses yang
lama dan berbelit-belit, dengan KTN sebagai penengah, pada tanggal 17 Februari
1948 di atas geladak kapal Renville dilakukan penandatanganan "Persetujuan
Renville".
Persetujuan Renville berisi:
1. Persetujuan genjatan senjata antara
Indonesia dan Belanda
2. 6 Pokok prinsip tambahan untuk
perundingan guna mencapai penyelesaian politik meliputi:
a. Belanda tetap memegang kedaulatan
atas seluruh wilayah Indonesia sampai dibentuknya Redpublik Indonesia Serikat
(RIS).
b. Sebelum RIS adibentuk, Belanda dapat
menyerahkan sebagian kekuasaannya pada pemerintah federal sementara
c. RIS sederajat dengan Belanda dan menjadi
bagian Uni-Indonesia Belanda dengan ratu Belanda sebagai ketua uni tersebut
d. Republik Indonesia merupakan bagian
dari RIS
e. Akan diadakan penentuan pendapatan
rakyat (plebisit) di jawa,Madura,dan Sumatera untuk menentukan apakah rakyat
akan bergabung dengan RI/RIS
f. Dalam waktu 6 bulan sampai satu
tahun akan diadakan pemilu untuk membentuk Dewan Konstitusi RIS.
2.pERISTIWA LINggARJATI
Indonesia dan Belanda sepakat untuk mengatakan perundingan
di daerah peristirahatan di Kabupaten Kuningan,Jawa Barat,yaitu Linggarjati. Perundingan
dilaksanakan pd 10 November 1946dikenal sebagai Perundingan Linggarjati.
Delegasi Indonesia dalam perundingan tersebut terdiri dari
A.G. Pringgodigdo,Dr.Sudarsono, Mr.Susanto,Dr.J.Laimena, dr.A.K.Gani,Mohammad
Roem,Mr. Amir Syarifudin,Mr.Ali Budiarjo,dan Perdana Menteri Sultan Syahrir
sebagai ketua delegasi.Pihak Belanda diwakili oleh Mr.Van Pool,F De Boer,dan
Lord Killearn.
Isi perundingan Linggarjati, antara
lain:
1. Pemerintah RI dan Belanda bersama-sama membentuk
Negara federasi bernama Negara Indonesia Serikat.
2. Negara Indonesia Serikat tetap
terikat diri dalam ikatan kerja sama dengan Kerajaan Belanda, dengan wadah Uni
Indonesia-Belanda yang diketuai Ratu Belanda.
Pada tanggal 25 Maret 1947, Indonesia menyetujui perundingan Linggarjati.
3. Belanda mengakui secara de facto Indonesia terdiri dari wilayah
Jawa,Madura,dan Sumatera. Belanda harus sudah meninggalkan wilayah de facto
paling lambat 1 Januari 1946.
Langganan:
Postingan (Atom)


